Surakarta, atau lebih dikenal dengan nama Solo, tidak hanya terkenal dengan budaya dan seni yang kaya akan sejarah, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang unik dan autentik. Kota ini telah diakui sebagai salah satu kota gastronomi di Indonesia, bahkan masuk dalam daftar 100 Best Food Cities in the World oleh TasteAtlas pada tahun 2025. Dengan cita rasa yang legit, gurih, dan manis, makanan khas Surakarta menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keunikan Kuliner Surakarta
Kuliner Surakarta memiliki ciri khas yang berbeda dari daerah lain di Jawa. Rasa yang lembut dan tidak terlalu pedas menjadi ciri khas dari hidangan-hidangan tradisional kota ini. Hal ini terbentuk dari akulturasi budaya Jawa dengan pengaruh luar seperti Belanda, yang memengaruhi beberapa hidangan seperti Selat Solo. Selain itu, keberagaman bahan baku yang melimpah dari tanah subur Solo juga turut membentuk keragaman menu yang tersedia.
Makanan Khas Surakarta yang Wajib Dicoba
Berikut adalah beberapa hidangan khas Surakarta yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota ini:
1. Selat Solo
Selat Solo adalah hidangan yang merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan Belanda. Berupa bistik daging sapi berkuah manis gurih, lengkap dengan kentang, wortel, buncis, dan telur rebus. Selat Solo dulunya hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan di Keraton Surakarta, namun kini sudah tersedia di berbagai rumah makan khas Solo.
2. Timlo Solo
Timlo Solo adalah sup bening yang berisi sosis Solo, suwiran ayam, telur pindang, dan ati ampela. Konon, hidangan ini sering disajikan di Keraton untuk menjamu tamu istimewa. Rasanya ringan dan gurih, cocok disantap pagi maupun siang hari. Salah satu tempat legendaris untuk menikmati Timlo Solo adalah Timlo Sastro yang telah berdiri sejak 1952.
3. Serabi Notosuman
Serabi Notosuman adalah kudapan tradisional yang terkenal dengan tekstur lembut dan pinggiran renyah. Terbuat dari tepung beras dan santan, serabi ini sudah ada sejak era keraton dan sering disajikan dalam acara adat. Versi legendarisnya masih antre pembeli setiap harinya.
4. Nasi Liwet
Nasi Liwet adalah hidangan nasi yang dimasak dengan bumbu kacang dan campuran sayuran serta daging. Hidangan ini terinspirasi dari nasi samin dan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Solo. Nasi Liwet biasanya disajikan dalam mangkuk besar dan dinikmati dengan lauk pelengkap.
5. Tengkleng
Tengkleng adalah hidangan daging kambing yang direbus dengan rempah-rempah hingga empuk. Hidangan ini muncul saat masa penjajahan Jepang dan kini menjadi salah satu makanan khas yang populer di Solo.
6. Sate Buntel dan Sate Kere
Sate Buntel dan Sate Kere adalah dua jenis sate yang sangat populer di Solo. Sate Buntel terbuat dari daging yang dibungkus dengan kulit dan ditusuk, sedangkan Sate Kere terkenal dengan rasanya yang gurih dan pedas. Kedua hidangan ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional.
7. Roti Kecik Ganep
Roti Kecik Ganep adalah roti tipis yang digoreng dan dilapisi dengan gula merah. Hidangan ini sering disajikan sebagai camilan dan memiliki rasa manis yang khas.
Warisan Budaya Tak Benda Nasional
Lima hidangan khas Surakarta telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional, yaitu:
– Serabi Notosuman
– Sate Kere
– Sate Buntel
– Timlo Solo
– Roti Kecik Ganep
Selain itu, beberapa hidangan lain seperti Nasi Liwet, Tengkleng, dan Selat Solo juga menjadi bagian dari warisan budaya kota ini.
Kesimpulan
Makanan khas Surakarta tidak hanya menyajikan rasa yang lezat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mendalam. Setiap hidangan mencerminkan perpaduan budaya Jawa dengan pengaruh luar, serta kreativitas masyarakat Solo dalam mengolah bahan-bahan alami yang tersedia. Bagi para pecinta kuliner, Solo adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk mencicipi berbagai hidangan tradisional yang unik dan nikmat.




